Bulan Romadhon Penuh Kenangan Tersendiri

Romadhon bagiku adalah bulan yang penuh kenangan. Entah kenangan pahit maupun manis yang selalu ingat ketika bulan Romadhon tiba. Mulai dari kenangan di rumah, pesantren, tempat kerja, bahkan di tempat liburan.

2007 di Jakarta, sungguh sangat indah untuk dikenang. Ketika itu aku menjalin percintaan dengan wanita yang sangat aku cintai juga sayangi. Meski kehadiranmu dikehidupanku hanya 1 tahun saja, namun itu sudah menjadi kenangan yang paling indah & takkan pernah kulupakan. “Lili Dwi Ratna ~» I’m Here”

Mulai dari ngabuburit keliling Jakarta, 1 minggu full di Pantai Anyer, Sebrang Selat Sunda, Jalan-Jalan ke Puncak pake motor, & itu semua dilakukan 1 bulan penuh di bulan Romadhon. Keuangan saat itu dari kesuburan ampe kocar-kacir di tengah-tengah bulan Romadhon.

Kehabisan duit buat makan sehari-hari waktu dipantai sampe gadai Hp karena nunggu kiriman dia dari abangnya. Pulang ke kostan di tagih bayar kostan yg udah 3 bulan belum dibayar. Akhirnya kita berdua jual HP kesayangan kita berdua. Setelah dijual itu kita berdua sempet nangis bareng karena berfikir “Susah banget sih hidup sampe-sampe begini”.

Susah seneng dialami berdua, selalu bersama-sama, ga pernah ada kata “Ego” & aku merasa dia adalah wanita pilihan terbaikku yang bisa ngertiin semua yang aku ♏αΰ & akupun tidak pernah merasa disulitkan untuk mengerti keadaannya. Tapi sayang, kita berdua belu jodoh. Kita berdua bukan dipisahkan dengan cinta, tapi kita berdua dipisahkan oleh maut yang menimpa dirinya.

2008 di Majalengka, sangatlah berkenang mulai dari kenangan kilatan di pesantren yang mana pada malam hari di kampung itu ada sebuah tradisi yang cukup aneh. Selama 1 bulan Romadhon penuh di selenggarakannya Orgen Tunggal mulai dari jam 10 malam sampe jam 2 pagi. Acara itu bertepatan pada kajian kilatan di pesantren yang mana letak antara pesantren & orgen tunggal itu hanya berjarak kurang dari 15 meter.

Alhasil, pengajian samar terdengar karena dentingan piano orgen yang terus-terusan mengiringi pengajian kilatan di pesantren. Sungguh sangat tidak menghargai pesantren ahlussunah waljama’ah yang bertentangan dengan mereka yang notabene muhammadiyah.

2009 di Bandung, yang paling aku ingat adalah ketika GIGI & band2 lain pentas di ajang ngabuburit mulai dari jam 2 siang – 6 sore. Aku cuma bisa geleng-geleng kepala merasakan panasnya keringat penonton & guyuran air yang mana para penonton menenggakkan kepalanya ke atas untuk meminum air yang diguyur itu. Asap rokok pun dimana-mana, rasanya orang-orang sekitar tidak memperdulikan aku yang sedang berpuasa.

Setelah konser usai, aku bersama temen pun menekadkan agar pulang berjalan kaki karena melihat keadaan yang sangat macet & ga ada duit buat ongkos karena kecopetan sewaktu nonton konser. Jarak tempuh ke kostan kurang lebih 2 km. Ditengah perjalanan, tibalah saat berbuka puasa & aku dengan tanpa rasa malu menghampiri sekelompok polisi untuk meminta minuman buat berbuka puasa. Polisi itu pun memberi 2 botol minuman dan beberapa cemilan buat aku & temenku.

2010 di Semarang, seakan tidak percaya aku tidak sengaja bertemu dengan mantan pacarku yang 3 tahun tidak pernah bertemu sama sekali. Aku bertemu dia di warung tempat aku berbuka puasa. Keadaannya sangatlah berbeda, dia sudah punya 1 anak berusia 1 tahun tapi ditinggal suaminya kecelakaan maut. Sungguh memprihatinkan, aku pun mampir dirumahnya dengan suasana yang sangat membuat hatiku merasa senang karena sambutan hangat dari keluarganya.

Inilah sebuah keluarga yang tidak memandang masa lalu bahkan keadaan sekarang. Kita semua seperti saudara yang tidak boleh terpisahkan hanya dengan perpecahan kecil yang seharusnya bisa ditengahi. Alangkah lebih baiknya jika kita tidak cocok dengan pasangan kita, kita memutuskan untuk menyudahinya & tetep jalin persaudaraan / pertemanan.

2011 di Serang, melewati bulan Romadhon di Pesantren selama setengah bulan bahkan Hari raya idul fitri pun ikut merayakan di Pesantren. Damai, Tenang, itulah yang aku rasakan tinggal di Pesantren. Tidak dibebani masalah apapun seperti Kerjaan, Keluarga, bahkan masalah Percintaan. Mempunyai teman baru, teman yang seperti keluarga sendiri yang mana setiap makan, ngaji, bahkan tidurpun bersama.

Selepas di Pesantren pun aku bertamu ke rumah sahabat-sahabatku hingga akhir romadhon. Saat tulisan ini ditulis pun aku sedang bersama sahabat yang mana sahabatku mengatakan “Cepet banget ÿa̲̅ªãª ga kerasa, Rasanya kita baru kemaren ini ngumpul bareng-bareng kayak gini”. Memang waktu terasa cepat berjalan kawan !!!

2012 di Serang, masih belum abis kan bulan romadhonnya ? Jadi yah masih di pilih-pilih dulu mana kenangan terbaik di bulan romadhon tahun ini. Semoga bulan romadhon kali ini menyimpan kenangan yang jauh lebih baik dari pada bulan romadhon sebelumnya.

Created By :        Date : 8 - August - 2012

Jasa Pembuatan Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>